November 27, 2022

Kali ini mau share nih tentang pengalaman gue berpartnership, tapi ini pengalaman paling buruk yang mungkin kalian bisa ambil hikmahnya, sebelumnya ane udah berbisnis dan kena tipu atau dibawa uang lari kayak kemarin usaha teripang, malah diembat uangnya sama kurir. Tapi diembat uangnya masih gue bisa maafkan sih, karena mungkin guenya yang bodoh, oke stop. Sekarang kita bahas tentang dunia start-up bisnis dimana bulan Desember ngbrol tentang usahabahwasanya butuh tenaga aku untuk scaleup dan berpartner. Oke sembari aku pelajari bisnis prosesnya bulan Januari 2022 aku diangkat sebagao karyawan untuk mengembangkan bisnis development. Dibulan pertama ini aku okelah mualai mendapatkan insight baru. Bahwa disini mengerjakan anak – anak magang yang peras tenaganya untuk menjalankan funnelingnya, santai koq tapi dibayar. Setelah itu beberapa anak magang ini magang ini ada yang diangkat menjadi pegawai dimana pegawai ini diharuskan melaksakan tugas seorang profesional padahal pegawai – pegawai ini masih “fresh”, disini mulai ada kejanggalan.

Diakhir bulan pertama, mulai banyak sekali masalah yang mulai aku dapatkan sebagai bussiness Development, ternyata dimasalah pembagian fee, dimana bagian sales mendapatkan presentasi dari setiap closing. Akan tetapi apabila sales mendapatkan funneling dari sosmed/web/marketplace perusahaan mereka tidak mendapatkan bagian presentasi dengan 2 alasan, mereka tidak membangun funneling tersebut, mereka sudah ada gaji tetap (kecil nominalnya). Nah ini adalah salah satu ketidak masuk akalan atau akal – akalan untuk memeras tenaga sales karena apapun yang terjadi ketika client mulai percaya dengan sales, client akan melakukan pencarian citra perusahaan dan kemungkinan masuk funneling perusahaan. Ini menjadi sangat tidak fair sekali bagi sales. Apalagi disini salesnya “Fresh Graduation” yang masih banyak belajar untuk menyelesaikan persoalan.

Bulan kedua aku mulai merasakan banyak kendala, karena Ownernya atau temanku ini sakit, disini baru ketahuan kalau bad banget masalah komunikasi, ternyata ownernya hanya pilih – pilih untuk komunikasi. Puncaknya beberapa client marah – marah karena ternyata dikerjakan sendiri beberapa proyek oleh temenku ini, akhirnya aku berikan masukkan untuk selalu dibagi supaya cepet selesai.

Persoalan kedua, adalah tertutup sekali, dan lebih banyak introvet menjurus bad personal communication, client – client tidak di lakukan dengan baik, pertanyaan – pertanyaan selalu diabaikan ketika client tanya.

Bulan kedua belum genap satu bulan aku keluar, eh dikeluarkan sih karena katanya tidak bisa mencapai KPI dan lebih fokus ke Client2, bagaiamana mau mencapai KPI karena disini KPI dituntut untuk pekerjaan profesional sedangakan SDM masih baru banget dan baru kenalan digital marketing, aku nasehatin gak bisa dan dikeluarkan. Tapi tunggu aku gak musuhin koq.

Setelah aku keluar ternyata masalahnya masih sama aj, aku kasian dimana disini team sales bener – bener dirugikan, seolah olah memeras keringat ajah untuk owner, yah namun gimana lagi namanya dunia startup emang penuh dinamika. AKu berharap ownernya sangat terbuka dengan masukkan – masukkan yang ada. Agar tidak merugikan team dan client.

Disclaimer : Saya sangat terbuka untuk siapapun masalah ini, tidak ada niatan untuk menjatuhkan. Saya berharap dapat diambil pelajaran bagi siapa saja yang ingin membangun startup/usaha. Komunikasikan dengan baik jika ada masalah tanggung bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *