May 16, 2022

Nah ini kali ini aku mau cerita petualanganku di pulau Sumbawa, dimana yang menarik disini ternyata pulau sumbawa memiliki pemandangan alam yang indah sekali, btw ini perjalananku selama 3 hari yah dimulai di tanggal 13 Oktober 2020, yah lumayan jauhlah dari publikasinya. oke menariknya ini aku dipaksa tersesat oleh google maps ketika lepas dari kota Bima, seharusnya perjalanan yang aku ambil melalui bukit – bukit menuju desa transmigrasi Oi Toi aku malah dilewatkan jalan – jalan yang menyisiri panta, anggapku sih awal gak masalah karena memang di Lombok jalan yang menyisiri pantai bagus sekali aspalnya mulus, tapi ternyata tidak hehehe. Ouh ia perjalan aku bagi menjadi tiga bagian, dimana bagian yang pertama dari Mataram ke Pasar Langam, Hari Kedua Dari Langam Ke Oi Toi dan Hari Ketiga Oi Toi ke Labangka setelah ke Labangka aku balik langsung ke Mataram.

Nah berikut ini aku kasih mpasnya dulu supaya enak ngejelasinnya.

Oke ini adalah peta yang aku tersesat karena menggunakan google maps, kala itu aku masih ingat sangat device yang aku gunakan adalah Redmi Note 7 jadi sepanjang perjalanan aku menemukan titik titik hijau yang aku tandai, dimana titik titik itu merupakan spot indah yang perlu kalian gunakan untuk photo – photo karena pemandangannya sangta bagus merupakan dataran tinggi. sehingga hampir 360 derajay terlihat semua.

Sedangkan garis hitam adalah blank spot, yang kalian wajib hindari, kenapa?, yang pertama ini jalan menanjak yang rausan dimakadam dimana jalannya masih pasir, kedua tempat itu sangat jauh dari pemukiman penduduk jadi kaau bisa janga melawati tempat itu ketika gelap. Tak ada air yah bener ditempat itu sangat susah ditemukan air jadi baiknya kalian membawa air minum untuk melintasi tempat tersebut, yang kedua kalian baiknya menggunakan motor trail karena tempatnya sangat berpasir.

Pantai disepanjang itu baiknya untuk spot foto – foto saja karena airnya sangat jernih tidak untuk berenang dikarenakan yang pertama disana sepanjang jalan tersebut merupakan medan karang tajam. eh ada sih di desa terakhir kalau kalian mau berfoto dan berenang namanya desa Oi Fanda, saya sempat berhenti disana dan ngobrol dengan orang lokal karena saat itu kehabisan air minum, maklum disana sangat terik sekali.

Sebentar saya kasih beberapa pemandangan yang aku sempat potret disana, saat itu hp low batteray jadi gak bisa banyak photo yang aku abadikan.

Gak sempet mengabadikan dengan drone karena saat itu cuma bawa mavic mini yang battraynya cuma ada tiga, jadinya untuk drone di bagian yang penting ajah sih. ceritaku agak garing hehehe tapi bisa diambil pelajaran buat kalian yang mau ke oi toi Sumbawa baiknya lewat jalur utama ajah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.